Tampilkan posting dengan label amarylis. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label amarylis. Tampilkan semua posting

Jumat, 30 Agustus 2013

Presentasi penggunaan APRS pada penanggulangan bencana

Amarylis mengundang banyak pihak secara terbuka untuk menghadiri presentasi pada tanggal 27 Agustus 2013, dan 25 orang dari berbagai pihak menyatakan minatnya untuk hadir. Tetapi beberapa peserta ternyata behalangan untuk hadir, dan Amarylis sendiri melakukan kecerobohan dengan tidak mengirimkan pemberitahuan kepada 1 orang calon peserta (mohon maaf yang sebesar-besarnya) sehingga tidak dapat hadir.

Presentasi dilakukan pada tanggal tersebut, di Kopi Tiam Corner Greenville, berlangsung dari 09.00 – 13.00. Presentasi diberikan oleh Andre Tanoe, dan dihadiri oleh:

-    Elida Nurromah – Humanitarian Openstreetmap Team, Indonesia
-    Swasetyo Yulianto – Neonet – BPP Tehnologi
-    dr. Awi Muliadi Wijaya MKM – Pusdatin, Depkes RI
-    Widyakustanto S.Kom – Pusdatin, Depkes RI
-    dr. Maya Sandra – Medical Response Team
-    dr. Herlan – Medical Response Team
-    Ghozali Sapie – Medical Response Team
-    Ismoyo Bimo – Medical Response Team
-    M Sholeh Adriansyah – Medical Response Team
-    Hery Syamsius Nahampun – Plan Indonesia
-    Juventus Viosandy – Doctorshare
-    dr. Karnel  – Doctorshare
-    dr. Jeffry Prabowo, Doctorshare
-    dr. Budhi MP, Amarylis
-    Farah Chaerani, Amarylis

Amarylis memperkenalkan software Sartrack, yang menggunakan sistim APRS, untuk digunakan pada kegiatan penanggulangan bencana. Dengan software ini, maka pertukaran informasi dapat dilakukan oleh banyak pengguna (juga antar organisasi) dengan fasilitas internet ataupun radio komunikasi.

Kami merasa senang sekali karena banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan tehnis penggunaan dan pemakaian di lapangan. Amarylis berharap presentasi ini dapat berguna bagi para peserta untuk meningkatkan efektivitas kegiatan penanggulangan bencana.

Masing-masing peserta dibekali dengan sebuah CD yang berisikan informasi tentang APRS, panduan pemerintah dan beberapa LSM internasional tentang penanggulangan bencana, dan berbagai macam software. Sehingga peserta bisa memperdalam pengetahuannya sendiri. File yang dibagikan pada saat presentasi dapat diambil disini (minus software, yg bisa diambil sendiri dari tempat asalnya).

Presentasi ini akan diikuti oleh pelatihan. Ketika pertemuan, Amarylis sudah membuka peluang bagi semua peserta yang berminat untuk mengikuti pelatihan, dengan catatan masing-masing harus membeli peralatannya sendiri (radio, TNC, GPS, dll) sesuai dengan sistim yang ingin digunakannya sendiri. Sehingga pelatihan juga akan mencakup penggunaan alat-alat tersebut di lapangan. Rencana awal, pelatihan akan diadakan di bulan Oktober 2013, tetapi karena belum siapnya peralatan, maka pelatihan akan diadakan pada sekitar bulan Mei 2014.

Bila anda berminat untuk mengikuti pelatihan tersebut, silahkan hubungi kami: training.amarylis @ gmail.com

Beberapa foto pada saat presentasi dapat dilihat dibawah.


Kamis, 08 Agustus 2013

Undangan utk menghadiri Presentasi:


Fungsi APRS di bidang penanggulangan bencana & SAR

Sejak jumat tanggal 23 Agustus 2013, undangan ini sudah ditutup

Latar Belakang
APRS adalah kepanjangan dari Automatic Packet Reporting System. Sistim ini ditemukan oleh Bob Bruninga, WB4APR (http://www.aprs.org/) pada tahun 1982. Sistim ini memungkinkan radio komunikasi digunakan untuk saling bertukar informasi digital. APRS saat ini tidak populer di masyarakat karena jauh lebih mudah menggunakan telpon genggam atau fax atau email untuk bertukar informasi. Tetapi pada saat-saat dimana sinyal telpon genggam hilang / tidak ada (misalnya, saat bencana gempa, dipegunungan, desa-desa yang jauh dari pusat kota), maka salah satu alternatif untuk komunikasi data adalah dengan menggunakan APRS.

Amarylis tertarik dengan sistim ini karena dapat membantu memecahkan masalah komunikasi ketika sarana komunikasi normal (telpon genggam, email, SMS, dll) tidak tersedia/tidak berfungsi. Sistim APRS ini dapat memperbaiki manajemen informasi, terutama pada program penanggulangan bencana.

Undangan ini ditujukan terutama bagi LSM-LSM atau organisasi yang aktif dalam penanggulangan bencana, walaupun begitu, siapapun yang berminat dapat ikut menghadirinya.

Tujuan
Dengan presentasi singkat ini, Amarylis berharap dapat berbagi informasi tentang fungsi dari APRS yang dapat digunakan terutama pada kegiatan penanggulangan bencana ataupun SAR (Search and Rescue).
Langkah selanjutnya adalah memberikan pelatihan kepada pihak-pihak yang berminat, sehingga dapat digunakan pada kegiatan masing-masing pihak.

Acara

Presentasi akan diadakan pada:
Hari                : Selasa
Tanggal           : 27 Agustus 2013
Waktu             : 09.00 – 13.00
Lokasi            : Ditentukan kemudian

Jadwal acara    :
09.00 – 09.30    Pembukaan, Perkenalan dan penjelasan tentang tujuan presentasi
09.30 – 11.00    Presentasi tentang APRS dan penggunaannya
11.00 – 12.00    Diskusi/Tanya jawab  
12.00 – 12.30    Penutupan
12.30 - selesai    Makan siang   

Pendaftaran
Bagi pihak yang berminat, silahkan mendaftarkan dirinya melalui email: training.amarylis @ gmail.com. Dengan menyebutkan nama peserta, posisi, organisasi/pribadi, dan nomor HP.

Presentasi akan dilakukan disebuah restoran di daerah Greenville, jakarta barat. Lokasi restoran akan ditentukan kemudian, setelah kami mengetahui dengan pasti jumlah peserta yang berminat. Konfirmasi dan informasi lokasi akan kami kirimkan melalui email sebelum tanggal yang tertera diatas.

Kami tidak memungut biaya apapun untuk menghadiri presentasi ini, tetapi peserta dibatasi maksimal 40 orang. Oleh karena itu, mohon untuk segera memberitahu kami apabila peserta membatalkan kehadirannya, sehingga dapat digantikan oleh peserta lainnya.

Keterangan lebih detail tentang APRS dapat diambil disini.


Rabu, 31 Juli 2013

APRS dan Penggunaannya



APRS adalah kepanjangan dari Automatic Packet Reporting System. Sistim ini ditemukan oleh Bob Bruninga, WB4APR, pada tahun 1982. Sistim ini memungkinkan radio komunikasi digunakan untuk saling bertukar informasi digital.

APRS saat ini tidak populer di masyarakat karena jauh lebih mudah menggunakan telpon genggam atau fax atau email untuk bertukar informasi. Tetapi pada saat-saat dimana sinyal telpon genggam hilang (misalnya, saat bencana gempa, dipegunungan, desa-desa yang jauh dari pusat kota), maka salah satu alternatif untuk komunikasi data adalah dengan menggunakan APRS.

Pada prinsipnya, APRS dapat digunakan bersama radio komunikasi apapun, HF (High Frequency), VHF (Very High Frequency), dan UHF (Ultra High Frequency). Gelombang HF dapat dipantulkan oleh atmosfer sehingga dapat mencapai jarak yang jauh dan dapat melampaui gunung. Sedangkan VHF dan UHF tidak dapat melampaui gunung, sehingga diperlukan repeater/digipeater.
Walaupun begitu, perlu diperhatikan peraturan penggunaan radio komunikasi di negara yang bersangkutan. Masing-masing negara memberikan alokasi penggunaan APRS pada frekuensi yang berbeda-beda. Tentu saja, ketika menggunakan radio komunikasi, pengguna akan memerlukan ijin/Call Sign, yang bisa didapat dari perkumpulan radio amatir setempat.

Amarylis tertarik dengan sistim ini karena mencoba untuk membantu memecahkan masalah komunikasi di daerah-daerah yang belum mendapatkan sinyal telpon genggam. Lalu, memberanikan diri untuk melakukan uji-coba untuk melihat kemungkinan-kemungkinan penggunaannya di masyarakat.

1. Penggunaan APRS sebagai alat pelacak/tracking.
Saat ini APRS paling banyak digunakan untuk pelacakan, entah itu kendaraan, manusia, kapal laut, dll. Ketika radio komunikasi dihubungkan dengan GPS (Global Positioning System), maka radio komunikasi dapat memancarkan posisi secara periodik. Data digital posisi ini akan ditangkap oleh radio komunikasi lainnya (atau komputer), yang akan merekam data tersebut. Sehingga akan terlihat pergerakan GPS tersebut (yg bersama radio diletakkan di dalam mobil atau diransel) dari waktu ke waktu. Bila komputer tersebut dihubungkan dengan internet, maka seluruh dunia dapat ikut mengetahui jejak pergerakan tersebut. Sebagai contoh, stasiun-stasiun bergerak ataupun statis yang menggunakan APRS dapat dilihat disini.

Dua arah. Posisi pihak lain terlihat di layar GPS
Satu arah. hanya mengirimkan posisi.




2. Penggunaan APRS sebagai alat pengirim/penerima pesan text.
APRS dapat digunakan untuk mengirim/menerima pesan text seperti penggunaan SMS biasa, tetapi memiliki batasan 67 karakter setiap kali pengiriman. Seperti SMS, maka untuk pesan text APRS yang melebihi 67 karakter, dapat dilakukan dalam 2 atau lebih pesan. Untuk mengirim/menerima pesan text, ada beberapa cara.
Cara pertama, dengan menggunakan radio komunikasi yang sudah terintegrasi dengan TNC (Terminal Node Controler), misalnya: Kenwood TH-D7A ataupun Yaesu VX8. Kedua radio ini langsung dapat digunakan untuk mengirim/menerima pesan text, tentu saja kedua belah pihak harus menggunakan radio komunikasi yang memiliki kemampuan sama.

Cara kedua, dengan menggunakan komputer yang terhubungan dengan TNC dan radio komunikasi (radio apapun). Dengan menggunakan software
komputer, pengguna mengetik pesan text yang ingin dikirimkan, lalu komputer akan mengirimkannya kepada TNC, dan TNC akan mengubahnya kedalam format tone (suara), yang akan dipancarkan oleh radio komunikasi. Pesan yang masuk, akan meliwati proses yang sama, dan dapat dibaca melalui software komputer tersebut. Fungsi TNC dapat digantikan dengan software AGWPE, yang akan menggunakan sound card computer untuk merubahnya menjadi 'tone'.


Cara ketiga, dengan menggunakan telpon genggam android, TNC, dan radio komunikasi (radio apapun). Software APRSDROID dapat di install pada hp, pesan text ditulis dan dibaca melalui software ini.

Pesan masuk dan keluar pada aprsdroid


Cara kedua dan ketiga diatas dapat dilakukan melalui internet, sehingga radio komunikasi tidak diperlukan. Tetapi akan terasa aneh, karena sudah ada email.





3. Penggunaan APRS dibidang penanggulangan bencana
Gabungan dari beberapa kemampuan APRS dan GPS dapat digunakan pada saat penanggulangan bencana ataupun pencarian (SAR). Sudah banyak tim SAR di banyak negara yang menggunakan cara ini, contohnya: The Bay Area Search And Rescue Council (BASARC), New Mexico Search and Rescue Support Team, Wilderness Search and Rescue Team - New York, British Columbia Emergency management - Canada, dll.

Software komputer untuk search & rescue dan penanganan bencana sudah banyak tersedia sebagai freeware (gratis), Amarylis menggunakan Sartrack. Dengan menggunakan sistim ini, maka informasi posisi-posisi tempat penting (beserta lingkaran area radius tertentu) dari lapangan (lokasi kejadian, lokasi tim SAR, lokasi rumah sakit darurat, dll) dapat disampaikan langsung kepada pihak lain (kantor lapangan, tim lain, manajer operasi, dll) melalui radio komunikasi. Bahkan bila pesawat/helikopter digunakan, dengan menggunakan tracker, jejak penerbangan pesawat tersebut akan terlihat langsung di komputer.
Contoh perkiraan untuk mencari orang hilang, berdasarkan posisi terakhir yg diketahui
Pembagian area pencarian juga dapat digambarkan pada peta, sehingga kantor lapangan dapat memberitahukan tim lapangan apabila mereka keluar dari area yang seharusnya dilalui.

Selain itu, informasi lainnya juga dapat dikirimkan secara cepat dari lapagan (misal: jumlah korban, pertolongan yang diperlukan beserta lokasinya, tempat untuk mendirikan rumah sakit darurat, dll).
Semua informasi tersebut secara otomatis akan langsung dikirimkan oleh komputer di kantor lapangan kepada kantor pusat (misal, di jakarta) dengan bantuan internet.
Posisi terakhir tim pencari, beserta jejak perjalanannya
Kantor lapangan ataupun kantor pusat akan dapat lebih mudah mengatur/ analisa aktivitas karena mengetahui pergerakan tim dan informasi yang dibutuhkan secara langsung dari lapangan tanpa harus menunggu. Dan arus informasi tersebut dapat berlangsung dua arah, artinya perintah atau informasi baru dapat langsung disampaikan kepada tim di lapangan.

Lalu apa bedanya dengan hanya menggunakan radio komunikasi biasa ataupun HP?
Oleh karena pertukaran informasi melalui radio dan HP dilakukan dengan suara, maka pekerjaan selanjutnya dilakukan dengan manual (meletakkan pin pada peta kertas, mencatat informasi, memberitahu pihak lain, dll).

Dengan menggunakan APRS dan software komputer, banyak pekerjaan tidak dilakukan lagi secara manual. Software komputer dapat menampilkan peta dengan jejak pergerakan tim secara langsung, waktu untuk menunggu informasi dapat jauh dikurangi, pencatatan dilakukan secara elektronik (dengan tambahan peralatan, dapat juga merekam percakapan melalui radio) beserta waktu kejadian yang dapat digunakan untuk analisa perbaikan, koordinasi dengan pihak lain dapat menjadi lebih mudah dan cepat (karena informasi yg sama juga dapat langsung diterima oleh pihak lain), sehingga dapat mengurangi waktu yang dibutuhkan tim untuk bertukar informasi dengan pihak lain secara manual.
Sistim pencatatan
Sebuah ruangan kantor lapangan dapat berisi banyak komputer dari berbagai pihak, dan semuanya memiliki informasi yang sama langsung dari lapangan. Demikian juga dengan komputer yang berada di lokasi lain (luar kota, luar pulau, luar negeri), yang terhubung dg internet, juga akan menerima informasi yang sama pada saat yang sama. Sementara tim lapangan dapat menerima informasi melalui radio komunikasi, GPS, HP android (tidak perlu sinyal gsm).

Semua peralatan dan software tersebut diatas hanyalah merupakan alat bantu, yang dapat mempermudah pekerjaan penggunanya. Oleh karena itu, pengguna sendiri yang harus menilai dan menentukan: berguna / tidak, alat yang akan digunakan, dan lain sebagainya.

Dalam waktu dekat, uji coba ini akan selesai. Lalu Amarylis akan mulai memperkenalkannya kepada pihak-pihak lain, dengan harapan dapat membantu - memudahkan pekerjaannya.

Selengkapnya dalam format PDF bisa dilihat disini.

Jumat, 21 Juni 2013

Health Information for Remote & Rural Eastern Indonesia

Tahun 2012, Amarylis diperkenalkan dengan program komputer bernama Frontline SMS oleh Universitas Charles Darwin. Fungsi program ini sederhana, yaitu mampu memilah-milah pesan SMS untuk diteruskan kepada nomor telpon lain. Fungsi sederhana ini ternyata dapat membantu banyak bidang secara sangat signifikan.

Setiap pesan SMS yang diterima, masing-masing dipilah berdasarkan 'kata kunci/keyword'. Lalu program akan bereaksi sesuai dengan kata kunci yang ada. Supaya program dapat menjalankan proses ini, maka pengguna harus mengatur kata masing-masing kunci yang diinginkan dan reaksi yang harus dilakukan oleh program. Reaksi ini dapat berupa: menyalurkan pesan SMS kepada nomor telpon yang sudah ditentukan, membalas SMS yang diterima dengan pesan yang sudah diatur, mengirimkan email, mengaktifkan program lainnya.

Fungsi sederhana tersebut pada dasarnya hanya mengubah proses alur informasi yang biasanya dilakukan secara manual (memerlukan operator ataupun petugas khusus). Sistim ini hanya memerlukan sebuah komputer biasa (tidak harus memiliki spesifikasi canggih), sebuah modem beserta kartu SIM (dengan pulsa yang harus tetap ada), dan listrik untuk menjaga komputer tetap berfungsi. Oleh karena itu, tidak memerlukan biaya yang besar. Program ini dapat berfungsi baik pada sistim GSM ataupun CDMA, hanya perlu menggunakan modem yang sesuai.

Software ini tersedia gratis, siapa saja dapat mengambil dan menggunakannya. Karena berbasis Java, maka semua sistim operasi, yang dapat memakai program Java, dapat menjalankan program ini. Semua bidang yang memerlukan arus informasi, dapat memanfaatkan sistim ini dengan legal dan tanpa biaya besar maupun keahlian yang tinggi. Bila dipersiapkan dengan baik, sistim sederhana ini dapat memberikan dampak yang sangat besar bagi usaha untuk memperbaiki situasi dan kondisi masyarakat.

Salah satu manfaat yang patut untuk dicoba adalah untuk arus informasi penanganan bencana, misalnya bencana banjir di jakarta. Tentu saja sistim ini tidak bisa digunakan ketika terjadi bencana besar, yang menyebabkan hilangnya pasokan listrik ataupun hilangnya sinyal telpon.

Sebagai contoh, berikut ini adalah diagram tentang kemungkinan penggunaannya:


Sistim ini juga dapat digunakan sebagai pusat informasi, misalnya informasi kesehatan. Seorang penduduk dapat mengirimkan sebuah SMS, meminta informasi tentang penyakit diare. SMS akan diterima oleh komputer, yang lalu akan memberikan informasi singkat tentang pencegahan-penanggulangan dini diare kepada nomor pengirim.

Amarylis telah membantu pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk membuat sistim SMS dalam bidang kesehatan ibu anak, dan Dinas Peternakan kabupaten Sikka untuk membuat sistim SMS dalam penanggulangan penyakit Rabies. Hingga saat tulisan ini dibuat, kedua sistim tersebut sudah dan masih berjalan, digunakan oleh kedua dinas tersebut diatas untuk membantu masyarakat.

Amarylis dapat memberikan pelatihan kepada pihak yang berminat. Walaupun sebenarnya semua pihak dapat mengambil software sendiri disini, dan mempelajarinya sendiri.

Universitas Charles Darwin (CDU) juga mengajak Amarylis untuk membantu melakukan uji coba sistim yang sama di 11 kabupaten lainnya di propinsi NTT. Terima kasih kepada CDU atas kepercayaannya kepada kami. Cerita lengkap dapat dilihat alamat ini.  Bahkan CDU juga menyediakan panduan dalam bahasa Indonesia, yang dapat diambil disini.


Health Information for Remote & Rural Eastern Indonesia
cuplikan cerita dari alamat ini

Rabu, 15 Mei 2013

Recycle sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif

Amarylis tertarik dengan isu sampah plastik ketika melihat dan mendengar keberhasilan sekolah SMKN 3 kimia Madiun untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Amarylis mengunjungi sekolah tersebut dan bertemu serta berbincang-bincang dengan bapak Tri.

Perbincangan dilanjutkan dengan undangan kepada 2 orang pengajar sekolah tersebut untuk berkunjung ke Maumere dan mengajarkan cara pembuatan dan pemakaian alat mereka. Video tentang alat tersebut dapat dilihat di sini.
Pelatihan di Maumere oleh SMKN 3 Kimia Madiun
Pelatihan di Maumere oleh SMKN 3 Kimia Madiun

Pelatihan berhasil dengan baik, masyarakat senang sekali. Amarylis lalu berusaha untuk memodifikasi alat tersebut sehingga mampu mengolah lebih banyak sampah plastik dalam sekali proses. Alat tidak dapat berukuran terlalu besar karena akan memerlukan api yang besar juga, sehingga akan boros kayu bakar. Setelah melakukan beberapa kali percobaan, Amarylis membuat alat yang berfungsi sama, tetapi dapat mengolah sekitar 2-3kg sampah plastik dalam sekali proses.

Desain alat yg dibuat Amarylis

alatnya sederhana, sistimnya tertutup, dan mudah cara pemakaiannya ataupun pemeliharaan. Bahan baku adalah plastik apa saja, bisa kantong kresek, plastik infus, aqua plastik, ember rusak, bungkus mie instan, dll.
Pralon / PVC tidak dapat digunakan karena menurut SMKN3, akan menjadi racun.

Untuk pembakaran bisa dipakai apa saja, ranting kayu, arang batok kelapa, ataupun briket dari sampah kertas. Apa saja yang tersedia di lokasi.
Tidak bisa menggunakan gas elpiji karena ongkos pembuatan lebih mahal dari harga jual hasilnya. Untuk pemakaian kontinyu, akan jauh lebih baik bila digunakan mesin pencacah plastik, sehingga alat dapat menampung lebih banyak sampah plastik.

Dengan dibakar, maka plastik2 tersebut akan mencair dan menguap. hasilnya adalah bahan bakar alternatif setara minyak tanah dan setara bensin. Hasil yang setara minyak tanah jauh lebih banyak daripada yg setara bensin. dari 1 kg plastik, kira-kira akan menghasilkan 1 liter bahan bakar.


Untuk yang setara minyak tanah, sudah di ujicoba dengan lampu petromaks, lampu minyak, kompor minyak, dan berfungsi baik.
Utk yg setara bensin belum diuji coba, alasannya karena belum ada yg rela mengorbankan kendaraannya untuk dijadikan uji coba. jadi untuk sementara dapat diabaikan dulu.


Seandainya ada pihak/masyarakat yang tertarik, Amarylis bisa memberikan pelatihan gratis tentang cara pemakaian alat. Pihak yang berminat dapat memesan alat melalui Bp John di 085218187020. Pihak yang berminat lalu dapat membuat sendiri alat berikutnya (berdasarkan sampel tersebut) ataupun pesan kembali. Untuk melihat alat, silahkan hubungi kami melalui amarylis.foundation@gmail.com

Rabu, 03 Maret 2010

Sejarah Amarylis

Sejarah Amarylis dimulai dari bincang-bincang ringan antara budhi MP, dina hardini, dan andre tanoe. perbincangan berlangsung cukup lama karena masing-masing sibuk sendiri-sendiri, beberapa orang lalu ikut bergabung, yaitu Farah Chaerani, ibu silvie, dan pak Niko prana. ibu silvie lalu berinisiatif untuk memberikan sumbangan pertamanya sehingga amarylis dapat didaftarkan ke notaris dan memiliki dasar hukum yang sah.

Setelah itu amarylis memulai kegiatannya dengan membantu membina sebuah posyandu, diikuti dengan pembelajaran HIV-AIDS bagi pemuda-pemudi.

kegiatan pencarian dana tetap berlangsung untuk melakukan kegiatan yang lebih besar. saat ini, amarylis sudah mempunyai kantor sementara di daerah Grenvil (dulu lebih dikenal dengan nama greenville).

Amarylis menggunakan kantor sementara ini sebagai titik pertama untuk membantu masyarakat. kegiatan yang akan dilakukan adalah dengan memberikan pengetahuan / ketrampilan pada masyarakat tentang pemanfaatan biogas, memulai bisnis kue, dan lain-lain. jenis pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan ini bergantung pada pihak-pihak yang bersedia memberikannya secara gratis kepada masyarakat yang memerlukannya. kegiatan ini tidak terbatas pada masyarakat sekitar kantor, tetapi siapa saja yang memerlukannya dapat bergabung.
 
UA-43081584-1