Rabu, 03 Maret 2010

Sejarah Amarylis

Sejarah Amarylis dimulai dari bincang-bincang ringan antara budhi MP, dina hardini, dan andre tanoe. perbincangan berlangsung cukup lama karena masing-masing sibuk sendiri-sendiri, beberapa orang lalu ikut bergabung, yaitu Farah Chaerani, ibu silvie, dan pak Niko prana. ibu silvie lalu berinisiatif untuk memberikan sumbangan pertamanya sehingga amarylis dapat didaftarkan ke notaris dan memiliki dasar hukum yang sah.

Setelah itu amarylis memulai kegiatannya dengan membantu membina sebuah posyandu, diikuti dengan pembelajaran HIV-AIDS bagi pemuda-pemudi.

kegiatan pencarian dana tetap berlangsung untuk melakukan kegiatan yang lebih besar. saat ini, amarylis sudah mempunyai kantor sementara di daerah Grenvil (dulu lebih dikenal dengan nama greenville).

Amarylis menggunakan kantor sementara ini sebagai titik pertama untuk membantu masyarakat. kegiatan yang akan dilakukan adalah dengan memberikan pengetahuan / ketrampilan pada masyarakat tentang pemanfaatan biogas, memulai bisnis kue, dan lain-lain. jenis pengetahuan dan ketrampilan yang diberikan ini bergantung pada pihak-pihak yang bersedia memberikannya secara gratis kepada masyarakat yang memerlukannya. kegiatan ini tidak terbatas pada masyarakat sekitar kantor, tetapi siapa saja yang memerlukannya dapat bergabung.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

 
UA-43081584-1