Senin, 31 Maret 2014

Pemakaian APRS pada penanggulangan bencana

Setelah memberikan pengenalan tentang pemakaian APRS pada penanggulangan bencana, Amarylis lalu mempersiapkan diri untuk menggunakannya sendiri. Persiapan ini membutuhkan waktu dan perhatian yang lebih panjang dari yang diperkirakan karena diselingi oleh berbagai kegiatan lainnya.
 
Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah membuat situs yang dapat menerima informasi kejadian bencana dari masyarakat dan menampilkannya pada peta. Situs ini memanfaatkan layanan yang disediakan oleh Ushahidi.

Siapapun dapat mengirimkan informasi, dan dapat mengambil data yang terkumpul pada situs tersebut.

-----------------------------
Perlengkapan yang dipersiapkan oleh amarylis untuk sistim APRS yaitu:
  • 2 buah digipeater portabel. yang dapat dengan mudah dibawa ketika diperlukan. Digipeater ini terdiri dari sebuah kotak besi, antena Larsen PO150, HT Baofeng UV-B5, batere kering 12AH, voltage step down (dari 12v menjadi 7,8v), sekring, switch on/off berbentuk kunci, dan sebuah Tinytrak4. Untuk membuat sebuah digipeater sederhana ini kira-kira diperlukan biaya sekitar Rp. 1.800.000,- Kotak digipeater ini kedap air, sehingga aman ditinggalkan di lokasi manapun (kecuali bila dicuri).
  • Sejumlah tracker. tracker ini akan dibawa oleh petugas/staf yang akan berkeliling melakukan tugasnya dilapangan. Tracker ini terdiri dari sebuah HT Baofeng UV-B5, tinytrak4 atau OpentrackerUSB, dan GPS holux CR-105. Sumber tenaga untuk semuanya diambil dari batere HT. Untuk membuat sebuah rangkaian tracker ini diperlukan biaya sekitar Rp. 1.500.000,-
  • Peralatan base station. Peralatan yang diperlukan hanyalah sebuah radio baofeng UV-B5 dan Tinytrak4. Biaya yang diperlukan sekitar Rp. 1.000.000,- Peralatan tersebut akan dihubungkan ke sebuah komputer untuk menampilkan data yang diterima/akan dikirimkan.
  • 2 buah Antena J-pole. Antena ini berguna ketika memerlukan antena outdoor. dibuat dari pipa tembaga, sebuah antena harganya sekitar Rp. 150.000,- Antena ini bisa dipakai pada digipeater ataupun base station.
  • Antena RH770. Antena ini berguna untuk meningkatkan jangkauan HT, terutama bagi baofeng UV-B5 yang berukuran sangat kecil. Hanya dipakai ketika antena aslinya kurang memadai, dan menurut ulasan berbagai pihak, bisa menjangkau hingga 30km (tentu saja bergantung juga pada keadaan medan sekitarnya).
  • Beberapa persiapan lain, seperti pembuatan ransel kecil, instalasi software, dll.
Dari semua persiapan tersebut, yang paling sulit adalah melakukan masing-masing alat hingga dapat berfungsi seperti yang diinginkan. Tidaklah mudah untuk melakukan 'tuning' hingga TNC dan HT dapat bekerja serasi. Ketika peralatan gagal dalam testing, maka harus dilakukan penyesuaian berulang kali, hingga dapat berfungsi dengan baik.

Sistim ini sangat memungkinkan untuk dihubungkan dengan berbagai jenis sensor. Misalnya, sensor ketinggian air, suhu, cuaca, dll.  Sensor ketinggian air, suhu, dan cuaca sudah tersedia dipasaran. Oleh karena itu, sistim ini sangat memungkinkan untuk digunakan untuk memberikan peringatan dini terhadap beberapa jenis bencana. Dibandingkan dengan sistim lainnya, sistim ini jauh lebih murah dalam hal peralatan maupun perawatan. Dan tetap dapat berfungsi ketika infrastruktur tidak mendukung (sinyal telpon tidak ada, internet tidak berfungsi, tidak ada listrik, dll) setelah terjadi sebuah bencana.

Hingga saat ini, kami masih melakukan perbaikan-perbaikan dan testing lebih lanjut. Diperkirakan pada akhir bulan April 2014, seluruh peralatan sudah selesai diuji coba, dan siap untuk dipergunakan.

Dan diperkirakan, pada awal bulan Mei, Amarylis sudah dapat memberikan pelatihan penggunaan sistim APRS pada penanggulangan bencana.


Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

 
UA-43081584-1