Sabtu, 04 Oktober 2014

Membantu pemakaian tehnologi pada penanggulangan bencana - Jilid I

Amarylis mencoba membantu BPBD Bojonegoro untuk memakai beberapa tehnologi untuk kegiatan penanggulangan bencana dan peringatan dini.

Amarylis memberikan pelatihan diberikan selama 3 hari, 27 – 29 Agustus 2014, dengan peserta yang berasal dari LSM Idfos, PMI, BPBD dan Kominfo Bojonegoro, LSM Pospora, dll.

Pembukaan pelatihan
Pelatihan

Hari pertama digunakan untuk menyiapkan Igate di kantor BPBD Bojonegoro. Igate sudah berfungsi dengan baik dan siap digunakan. Hari kedua dan ketiga digunakan untuk pelatihan penggunaan Crowdmap, Sahana, Commcare, dan Sartrack. Beberapa peserta sangat antusias untuk mempelajarinya, dan diharapkan mereka yang akan mendorong penggunaan sistim-sistim diatas di Bojonegoro.

Bagi yang berminat, fasilitas Commcare dapat di ambil gratis melalui Google playstore, instalasi seperti biasa pada HP android, dan menggunakan URL http://bit.ly/1mHFihc untuk mengambil formulir. Nama pengguna adalah 'try' dan kada sandi '123'.
Ngobrol di desa Pajeng
Fasilitas Crowdmap dan Sahana  oleh Amarylis untuk digunakan siapapun dengan gratis.


Amarylis juga sempat mengunjungi sebuah desa diatas bukit, Desa Pajeng, dimana ditemukan sebuah sensor hujan yang masih berfungsi, tetapi data yang seharusnya dikirimkan melalui SMS ternyata sudah tidak berfungsi. Sehingga pelaporan data harus dilakukan secara manual. Amarylis menghibahkan sebuah antenna radio dan sebuah HT, dengan harapan dapat mempermudah kepala desa melaporkan data hujan ke kantor BPBD atau memberikan peringatan banjir kepada kepala desa dan lurah disekitarnya. HT sudah di tes, dan dapat berkomunikasi dengan kantor BPBD Bojonegoro.



Monitoring tinggi air sungai
 
Amarylis juga berkunjung ke sebuah tempat yang digunakan untuk memonitor tinggi air sungai bengawan solo, didaerah Karang Nongko. Terlihat tiga buah sensor, yaitu, sebuah sensor elektronik yang akan membunyikan sirene pada ketinggian air sungai tertentu, sebuah sensor tekanan air yang diletakkan didasar sungai dan akan mengirimkan datanya secara otomatis, dan rangkaian tonggak sebagai penngukur ketinggian air yang harus dilihat dan dilaporkan secara manual.

Amarylis memberikan barang-barang berikut ini dengan catatan: akan dikembalikan apabila tidak digunakan.

Kepada BPBD Bojonegoro:
  • 3 (satu)set HT mrtrk VOXTER:
  • 1 (satu) antene mobile Super Gainer, SG-7500 144/430MHz, and Kabel antena RG58 (panjang 2 m) dengan konektor
  • 1 (satu) unit Tracker (Open tracker USB, GPS modul UBlox, konektor untuk HT Voxter)
  • 1 (satu) Raspberry Pi dan SD Card 8 GB
  • 1 (satu) Sound card JP209-B No:010205
  • 1 (satu)  (Modul Wifi)
  • 1 (satu) sensor infra merah
  • 1 (satu) OTUSB

Kepada LSM Idfos:

  • 1 (satu)set HT merek VOXTER:. portable two way radio +antene + handstap + charger + Battery + Bellclip+ Headset
  • Bracket Mobile K 400 + kabel RG 58 panjang 2m dengan konektor
  • 1 (satu) antene HT tarik RH 770
  • 1 (satu) unit Tracker (Open tracker USB, GPS modul UBlox, Conector untuk HT Voxter)
  • Untuk desa Pajeng: 1 (satu)set HT merek VOXTER•    Untuk desa Pajeng: 1 (satu) antene mobile Super Gainer SGM-510, 144/430MHz (untuk Desa Pajeng).

Total harga barang-barang yang dihibahkan diatas adalah Rp. 6.242.500,- Amarylis sangat berharap pemberian ini dapat digunakan untuk kegiatan persiapan penanggulangan bencana di Bojonegoro.


Dari hasil kunjungan-kunjungan diatas, Amarylis memberikan kesimpulan:

  • Untuk sementara, pelaporan data curah hujan dari desa Pajeng ke kantor BPBD Bojonegoro dapat dilakukan secara manual dengan HT pemberian Amarylis.
  • Sensor inframerah ketinggian air dapat dipasang di desa Pajeng, Karang Nongko, ataupun tempat lain. Pihak-pihak di Bojonegoro harus memutuskan sendiri lokasi yang terbaik. Amarylis mengusulkan untuk dipasang di sungai yang berasal dari daerah Cepu, karena belum ada sensornya. Sensor ini akan membutuhkan IGate dan kemungkinan akan memerlukan digipeater unuk mengirimkan data secara otomatis ke kantor BPBD.
  • IGate sudah berfungsi, satu buah tracker diberikan kepada BPBD Bojonegoro dan satu buah kepada LSM Idfos. Sehingga sistim APRS sudah dapat difungsikan dan diuji coba.

Amarylis dalam waktu dekat akan kembali lagi ke Bojonegoro untuk menyelesaikan keseluruhan pekerjaannya, terutama dalam pemasangan sensor ketinggian air sungai.

Kegiatan di Bojonegoro ini akan menjadi percontohan dan perkembangannya akan diikuti serta dipelajari oleh Amarylis. Pembelajaran yang didapatkan akan digunakan bagi kegiatan yang sama di waktu yang akan datang.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

 
UA-43081584-1